Jumat, 20 Maret 2015

Konsep Dasar Demokrasi dan Sistem Pemerintahan Negara

Pengertian Demokrasi
         Pengertian demokrasi berasal dari bahasa Yunani, yaitu demos yang berarti rakyat dan cratos yang berarti pemerintahan. Sehingga dapat diartikan sebagai pemerintahan rakyat. Atau bisa disebut dengan pemerintahan dari rakyat, oleh rakyat , dan untuk rakyat. Pilar demokrasi yang biasa kita kenal adalah prinsip trias politica, dimana membagi ketiga kekuasaan politik negara yaitu eksekutif,yudikatif dan legislatif.
        Berikut pengertian demokrasi menurut para ahli :
- Aristoteles
  Pengertian demokrasi adalah sebagai kebebasan, dimana karena hanya lewat kebebasan setiap warga negara dapat saling berbagi kekuasaan. Dia menambahkan bahwa seseorang yang hidup tanpa bebas memilih cara hidupnya sama saja seprti budak.
- Kraneburg
Kraneburg mengartikan demokrasi sesuai dengan arti dasarnya yaitu cara memerintah rakyat.
- Menurut Abraham Lincoln
Mantan presiden Amerika ini berpendapat bahwa demokrasi adalah pemerintah dari, oleh, dan untuk rakyat.
Koentjoro Poerbopranoto
Dia mengatakan bahwa demokrasi adalah sebuah sistem dimana rakyat ikut berpartisipasi secara aktif dalam pemerintahan negara.
         Pada intinya demokrasi terbagi menjadi dua  :
   1.Demokrasi langsung (Direct Democracy) yaitu demokrasi yang mengambil arti demokrasi sebagai pengambilan keputusan secara langsung tiap warga negara yang tanpa diwakili oleh siapapun. 
   2. Demokrasi tidak langsung yaitu demokrasi yang mengambil arti demokrasi sebagai pengambilan keputusan oleh perwakilan warga negara.


    Konsep Demokrasi
Dimana sebelumnya sudah dijelaskan bahwa pengertian demokrasi berasal dari bahasa Yunani, yaitu demos yang berarti rakyat dan cratos yang berarti pemerintahan. Artinya adalah pemerintahan rakyat dimana rakyat memegang seluruh kekuasaan. Pemerintahan ditangan rakyat. Sehingga dapat diartikan sebagai pemerintahan rakyat. Atau bisa disebut dengan pemerintahan dari rakyat, oleh rakyat , dan untuk rakyat.
     
     Bentuk Demokrasi
Dalam hal ini demokrasi terbagi 2 secara umum, yaitu:
- Demokrasi langsung
   yaitu demokrasi yang mengambil arti demokrasi sebagai pengambilan keputusan secara langsung tiap warga negara yang tanpa diwakili oleh siapapun. Artinya adalah setiap rakyat mewakili dirinya sendiri dalam memilih suatu kebijakan sehingga mereka memilih pengaruh langsung terhadap politik yang terjadi.
- Demokrasi tidak langsung
   yaitu demokrasi yang mengambil arti demokrasi sebagai pengambilan keputusan oleh perwakilan warga negara. Artinya adalah demokrasi yang dilakukan oleh masyarakat dalam setiap pemilihan umum untuk menyampaikan pendapat dan mangambil keputusan bagi mereka.

     Sifat Demokrasi dalam Sistem Pemerintahan Negara
A. Sitem pemerintahan parlemen
     
    Pada sistem pemerintahan yang berperan sebagai eksekutif harus bertanggung jawab terhadap parlemen. Sehingga dalam sistem pemerintahan parlementer ini mempunyai kekuasaan dan kewenangan yang sangat besar karena eksekutif yang bertanggung jawab kepada parlemen, mentri serta perdana mentri juga bertanggung jawab kepada parlemen.
    Ciri-ciri pemerintahan parlementer sebagai berikut :
1. Badan legislatif adalah badan satu-satunya yang anggotanya dipilih langsung oleh rakyat melalui pemilihan umum
2. Anggota parlemen terdiri dari partai politik yang memenangkan pemilihan umum.
3. Pemerintah atau kabinet terdiri atas para menteri dan perdana menteri sebagai pemimpin kabinet.
4. Kabinet bertanggung jawab atas parlemen.
5. Kepala negara tidak sekaligus sebagai pemerintahan negara.
     Contoh negara yang menganut sistem parlementer adalah inggris, belanda, india,  australia, malaysia.
B. Sistem pemerintahan presidensial
 
   Dimana sistem parlemen dapat memilik seorang presiden dan seorang perdana menteri, yang berwenang terhadap jalannya pemerintahan. Dalam presidensiil, presiden berwenang terhadap jalannya pemerintahan, namun dalam sistem parlementer presiden hanya menjadi simbol kepala negara saja.
   Ciri-ciri pemerintahan presidensial adalah :
1. Penyelenggara negara ada ditangan presiden.
2. Kabinet dibentuk oleh presiden.
3. Presiden tidak bertanggungjawab kepada parlemen.
4. Presiden tidak dapat membubarkan parlemen
5. Presiden tidak dibawah kuasa parlemen

   Negara yang menganut sistem presidensial adalah Indonesia, Filipina, Amerika Serikat, dll.

C. Sistem pemerintahan komunis

    Pencetus pemerintahan komunis adalah Karl Max. Sistem ini hanya menganut sistem satu partai, mendeklarasikan kesetiaan kepada komunis. Sistem partai ini hanya sebagai alat pengambil alih kekuaasaan sekaligus menentang modal atas nama individu. Jadi, alat-alat produksi memang harus dikuasai negara untuk memakmurkan rakyat secara rata, namun sayang pada kenyataannya keuntungan hanya dikeruk oleh partai politik. Negara yang menganut sistem komunis adalah RRC, Korea Utara , Kuba, Laos, dan vietnam.

D. Sistem pemerintahan Diktator

    Sistem pemerintahan dikatakan diktator/otoriter apabila pihak yang berkuasa hanya beberapa orang atau sekelompok tertentu, dan kekuasaan negara meliputi seluruh aspek kehidupan negara dan masyarakat. Oleh karena itu, masyarakat tidak mempunyai kewenangan mengatur hidupnya. Sistem politiknya sesuai dengan prinsip-prinsip otoritarian atau totalitarian.
      
       E. Sistem pemerintahan liberalisme

          Pada sistem ini bisa disebut sebuah ideologi, pandangan filsafat, dan tradisi politik yang didasarkan pada pemahaman bahwa kebebasan dan persamaan hak adalah nilai politi yang utama. Dalam masyarakt moden. Liberalisme akan dapat tumbuh dalam sistem demokrasi, hal ini dikarenakan keduanya sama-sama didasarkan pada kebebasa mayoritas.




Sumber :
http://isma-ismi.com/pengertian-demokrasi.html
http://www.apapengertianahli.com/2014/06/apa-saja-pengertian-demokrasi-menurut-para-ahli.html#_
http://www.ekonoomi.com/2013/10/sistem-pemerintahan-parlementer.html
http://www.bimbingan.org/bagaimana-sistem-pemerintahan-komunis.htm




Read More

Sabtu, 14 Maret 2015

Pengertian Bangsa dan Negara serta Hak & Kewajiban Warga Negara

Pengertian Bangsa

Pengertian Bangsa
    Bangsa adalah kumpulan orang yang mempunyai kehendak untuk bersatu yang memiliki persatuan senasib dan tinggal di wilayah tertentu, beberapa budaya yang sama, mitos leluhur bersama. Pengertian bangsa menurut para ahli : 
 ·        Ernest Renant, bangsa adalah suatu nyawa, sebuah akal yang terjadi dimana rakyat yang harus menjalankan satu riwayat, dan rakyat yang kemudian harus memiliki kemauan, keinginan untuk hidup menjadi satu.
 ·        Otto Bauer, bangsa adalah kelompok manusia yang memiliki kesamaan karakter  yang tumbuh karena kesamaan nasib.

Pengertian Negara

 Negara adalah suatu bagian daerah atau wilayah yang didalamnya terdapat suatu kepala pemerintahan yang mengatur ekonomi, politik, sosial, budaya, pertahanan keamanan, dan lain sebagainya.
Beriikut beberapa pengertian Negara dari beberapa ahli, antara lain:
- George Jellinek
   Negara adalah organisasi kekuasaan dari sekelompok manusia yang mendalami wilayah tertentu
- G.W.F Hegel
   Negara adalah organisasi kesusilaan yang muncul sebagai sintesis dari kemerdekaan individual dan kemerdekaan universal
-Logeman
   Negara adalah organisasi kemasyarakatan (ikatan kerja) yang mempunyai tujuan untuk mengatur dan memelihara masyarakat tertentu dengan kekuasaannya.
- Karl Marx
   Negara adalah satu kesatuan organisasi yang didalamnya ada sekelompok manusia (rakyat).

Hak dan Kewajiban Warga Negara
Hak Warga Negara
Hak setiap warga Negara adalah hak mutlak yang dilakukan oleh seorang warga Negara yang baik yang bisa memajukan suatu Negara dengan hal-hal positif. Hak tersebut pula harus sesuai dengan aturan yang berlaku disuatu Negara. Adapun , hak-hak sebagai warga Negara, antara lain :
    1. Hak Mendapat Perlindungan
    2. Hak Mendapat Pekerjaan dan Penghidupan yang layak
    3. Hak ikut serta dalam upaya pembelaan Negara
    4. Hak Beragama. Memilih pendidikan dan kewarganegaraan.


Kewajiban Warga Negara
Berikut ini beberapa kewajiban sebagai warga Negara, antara lain :
  1. Wajib ikut serta dalam upaya pembelaan Negara. Pasal 27 ayat (3) UUD 1945 menyatakan : "Setiap warga Negara berhak dan wajib ikut serta dalam upaya pembelaan Negara."
2. Wajib mengikuti Hak Asasi Manusia orang lain. Pasal 28J ayat (1), mengatakan : "Setiap orang wajib menghormati Hak Asasi Manusia orang lain.
3. Wajib tunduk pada pembatasan yang ditetapkan dengan undang-undang.
4. Wajib ikut serta dalam usaha pertahanan dan keamanan Negara. Pasal 30 ayat (1). Mengatakan :"tiap-tiap warga Negara berhak dan wajib ikut serta dalam usaha pertahanan dan keamanan Negara".

Latar Belakang Bangsa dan Negara dan Hak dan Kewajiban Warga Negara

Melalui pendidikan kewarganegaraan inilah kita dapat menyadari semangat perjuangan para pahlawan yang telah memerdekakan bangsa Indonesia. Selain itu juga kita dapat mengatasi masalah-masalah yang dihadapi oleh bangsa ini kedepannya dan akan dapat menimbulkan rasa cinta tanah air, persatuan dan kesatuan demi tetap utuhnya NKRI.

Landasan Hukum

1. Pasal 26 ayat (1), yang menjadi warga negara adalah orang-orang bangsa Indonesia asli dan orang-orang bangsa lain yang disahkan dengan undang-undang sebagai warga negara. Dan pada ayat (2), syarat-syarat mengenai kewarganegaraan ditetapkan dengan undang-undang.

2. Pasal 27, ayat (1), segala warga negara bersamaan dengan kedudukannya di dalam hukum dan pemerintahannya, wajib menjunjung hukum dan pemerintahannya, wajib menjunjung hukum dan pemerintahan itu. Pada ayat (2), tiap-tiap warga negara berhak atas pekerjaan dan penghidupan yang layak bagi kemanusiaan.

    3. Pasal 28, kemerdekaan berserikat dan berkumpul, mengeluarkan pikiran dengan lisan, dan sebagainya ditetapkan dengan undang-undang.

       4.  Pasal 30 , ayat (1), hak dan kewajiban warga negara untuk ikut serta dalam pembelaan negara. Dan ayat (2) menyatakan pengaturan lebih lanjut diatur dengan undang-undang.

     Tujuan Bangsa dan Negara
   
    Tujuan negara adalah sasaran yang hendak dicapai oleh suatu negara, merupakan ide yang bersifat abstrak-ideal berisi harapan yang dicita-citakan. Tujuan utama berdirinya negara pada hakikatnya sama, yaitu menciptakan kebahagiaan rakyatnya.   

        

-          https://deudinul.wordpress.com/2013/04/05/pengertian-bangsa-dan-negara/https://putriiannisa.wordpress.com/2013/03/11/latar-belakang-hak-dan-kewajiban-warga-negara/
      http://www.seputarpendidikan.com/2014/08/tujuan-dan-fungsi-negara.html
      

Read More

Jumat, 13 Maret 2015

Konsep Dasar Pendidikan Kewarganegaan

Pengertian Kewarganegaraan
     Kewarganegaraan adalah bentuk identias yang memungkinkan individu-individu merasakan makna kepemilikan, hak dan kewajiban sosial dalam komunitas politik(negara).
     Pengertian Kewarganegaraan dapat dibedakan menjadi dua, yaitu :

A. Kewarganegaraan dalam arti yuridis dan sosilogis
  • Kewarganegaraan dalam arti yuridis ditandai dengan adanya ikatan hukum antara orang-orang dengan negara atau kewarganegaraan sebagai status legal. Dengan adanya ikatan hukum itu menimbulkan akibat-akibat hukum tertentu, bahwa orang tersebut berada di bawah kekuasaan negara yang bersangkutan.
  • Kewarganegaraan dalam arti sosiologis tidak ditandai dengan adanya ikatan hukum, tetapi ikatan emosional seperti ikatan perasaan, ikatan keturunan, ikatan nasib, dan lain-lain. Dengan kata lain ikatan ini lahir dari penghayatan orang yang bersangkutan.
B .Kewarganegaran dalam arti formal dan material
  • Kewarganegaraan dalam arti formal menunjuk pada tempat kewarganegaraan dalam sistematika hukum. Masalah kewarganegaraan atau ha ikhwat mengenai warga negara berada pada hukum publik. Hal ini karena kaidah-kaidah mengenai negara dan warga negara semata-mata bersifat publik.
  • Kewarganegaraan dalam arti material menujuk pada akibat dari status kewarganegaraan, yaitu adanya hak dan kewajiban serta partisipasi warga negara. Kedudukan seseorang sebagai warga negara akan berbeda dengan kedudukan seseorag sebagai orang asing.
       Latar Belakang Pendidikan Kewarganegaraan
 1. Perjalanan panjang yang dilalui Bangsa Indonesia ketika era sebelum dan selama penjajahan, lalu dilanjutkan dengan merebut dan mempertahankan kemerdekaan sampai dengan mengisi kemerdekaan, menimbulkan kondisi dan tuntutan yang berbeda-beda sesuai dengan zamannya.

2. Bangsa Indonesia mengalami pasang surut sesuai dinamika perjalanan kehidupan yang disebabkan antar lain pengaruh globalisasi yang ditandai dengan pesatnya.
perkembangan IPTEK, khususnya dibidang informasi.

3. Bangsa Indonesia yang berjuang dalam mengisi kemerdekaan dan menghadapi globalisasi.

      Landasan Hukum

1. UUD 1945
   a. Pembukaan UUD 1945 , alinea kedua dan keempat (cita-cita, tujuan , dan aspirasi Bangsa Indonesia tentang kemerdekaannya).
  b. Pasal 27 (1); kesamaan kedudukan warga negara di dalam hukum dan pemerintahan.
     c.  Pasal 27 (3); hak dan kewajiban warga negara dalam upaya bela Negara
   d. Pasal 30 (1); hak dan kewajiban warga negara dalam usaha pertahanan dan keamanan Negara.
     e.  Pasal 31 (1); hak dan warganegara mendapatkan pendidikan

2.   UU Nomer 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional

       Tujuan Pendidikan kewarganegaraan

Pendidikan mengandung tujuan yang ingin dicapai, yaitu membentuk kemampuan individu mengembangkan dirinya yang kemampuan-kemampuan dirinya berkembang sehingga bermanfaat untuk kepentingan hidupnya sebagai seorang individu , maupun sebagai warga negara dan warga masyarakat.

     Kompetensi Dasar Pendidika Kewarganegaraan

 Dalam pembelajaran pendidikan kewarganegaraan kompetensi dasar atau yang sering disebbut kompetensi, minimal ditransformasikan dan ditransmisikan pada peserta didik. Terdiri dari tiga jenis, yaitu :
Kompetensi kemampuan kewarganegaraan yaitu kemampuan dan kecakapan yang terkait dengan materi inti pendidikan kewarganegaraan (Demokrasi,HAM, dan masyarakat madani)
Kompetensi sikap kewarganegaraan yaitu kemampuan dan kecakapan yang terkait kesadaran dan komitmen warga Negara antar lain : komitmen akan kesetaraan, gender, toleransi, kemajemukan, dan komitmen untuk peduli serta terlibat dalam penyelesaian pesoalan-persoalan warga Negara yang terkait dengan pelanggaran HAM.


http://feby-hilda.blogspot.com/2012/04/latar-belakang-pendidikan.html
http://tujuanpendidikankewarganegaraan.blogspot.com/
( PENGANTAR PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN, Karangan Prof. Dr. Hamid Darmadi, M.pd.)

Read More

Kamis, 15 Januari 2015

Tugas 4 : Manusia dan Kegelisahan

      PENGERTIAN   KEGELISAHAN

      Kegelisahan berasal dari kata gelisah yang berarti tidak tenteram hatinya, selalu merasa khawatir,  tidak tenang, tidak sabar, cemas.
      Kegelisahan hanya dapat diketahui dari gejala tingkah laku atau gerak gerik seseorang dalam situasi tertentu. Gejala tingkah laku atau gerak.-gerik itu umumnya lain dari biasanya, misalnya  berjalan  mundar-mandir  dalam  ruang tertentu  sambil  menundukkan  kepala, memandang  jauh ke depan sambil mengepal-ngepalkan tangannya, duduk termenung sambil memegang kepalanya, duduk dengan wajah murung atau sayu, malas bicara, dan  lain-lain.
        Sigmud freud ahli psikoanalisa berpendapat, bahwa ada tiga macam kecemasan yang menimpa manusia yaitu :
      A.   Kecemasan  obyektif
Kecemasan  tentang kenyataan  adalah  suatu  pengalaman  perasaan  sebagai  akibat pengamatan  atau suatu bahaya dalam dunia luar. Bahaya adalah sikap kcadaan dalam lingkungan seseorang  yang  mengancam   untuk  meneelakakannya.   
       B. Kecemasan  neorotis  (syarat)
Kecemasan  ini timbul karena pengamatan  tentang bahaya dari naluriah. Menurut Sigmund  Freud,  kecemasan  ini dibagi  tiga macam, yakni  :

1.  Kecemasan  yang  timbul  karena  penyesuaian  diri dengan  lingkungan. 
2. Bentuk  ketakutan  yang tegang  dan  irrasional  (phobia).
3. Rasa  takut  lain  ialah  rasa  gugup,  gagap  dan  sebagainya.

        C.  Kecemasan  moril
Kecemasan moril disebabkan karena pribadi seseorang.Tiap  pribadi memiliki bermacam-macam   emosi  antara lain:  iri, dendam,  dengki,  marah,  gelisah,  cinta, rasa kurang.

     Sebab-sebab orang yang gelisah:

   - Gelisah terhadap dosa-dosa dan pelanggaran (yang telah dilakukan)
   - Gelisah terhadap hasil kerja ( tidak memenuhi kepuasan spiritual)
   - Takut akan kehilangan hak milik (harta dan jabatan
   - Takut menghadapi keadaan masa depan (yang tidak disukai)
   

     
       USAHA-USAHA MENGATASI KEGELISAHAN
Mengatasi  kegelisahan  ini pertama-tama  harus  mulai  dari diri  kna scndiri,  yaitu  kita harus  bersikap  tenang.  Dengan  sikap  tenang  kita  dapat  berpikir  tenang,  sehingga   segala kesulitan  dapat  kita atasi.
          KETERASINGAN
kata  keterasingan   berarti  hal-hal yang  berkenaan  dengan  tersisihkan  dari pergaulan,terpencil  atau terpisah  dari  yang  lain.
          KESEPIAN
Kesepian  berasal dari kata sepi yang berarti sunyi atau lengang, sehingga  kata kesepian berarti merasa  sunyi atau lengang. tidak berteman. Setiap orang pemah  mengalami  kesepian, karena  kesepian  bagian  hidup  manusia,  lama  rasa sepi itu bergantung  kepada  mental  orang dan  kasus  penyebabnya.
Sebab-sebab  terjadinya  kesepian
Bermacam-macam  penyebab teIjadinya kespian. Frustasi dapat mengakibatkan  kesepian. Dalam  hal seperti  itu orang  tidak mau diganggu,  ia lebih senang  dalam  keadaan  sepi, tidak suka  bergaul,  dan  sebagainya.  la lebih  senang  hidup  sendiri.

          KETIDAKPASTIAN
Ketidak  pastian  artinya keadaan yang tidak pasti, tidak tentu, tidak dapat ditentukan, tidak tahu, keadaan tanpa arah yang jelas, keadaan tanpa asal-usul yangjelas.  ltu semua adalah akibat pikirannya tidak dapat konsentrasi

            SEBAB-SEBAB TERJADI  KETIDAKPASTIAN
Orang yang pikirannya terganggu tidak dapat lagi berpikir secara teratur, apalagi mengambil kesimpulan. Dalam berpikir manusia selalu menerima rangsang-rangsang lain, sehingga jalan pikirannya menjadi kacau oleh rangsang-rangsang barn.
Beberapa sebab orang tak dapat berpikir dengan pasti ialah :
1. Obsesi
2. Phobia
3. Kompulasi
4. Histeria
5. Delusi
6. Halusinasi
7. Keadaan emosi

               USAHA-USAHA PENYEMBUHAN KETIDAKPASTIAN
Andai kata penyebab sudah  diketahui, kemungkinan  juga  tidak  dapat sembuh.  Bila hal itu terjadi, maka jalan  yang paling baik bagi penderita  ialah diajak atau pergi sendiri  ke psikolog.
Bila penyebabnya  itu jelas, misalnya rindu, obatnya mudah, yaitu dipertemukan  dengan orang  yang dirindukan.  Phobia  atau jenis  takut bisa dilatih dari sedikit,  sehingga  tidak takut lagi.


Read More

Tulisan 4 : Manusia dan Harapan

                                                          Harapan yang tak pasti


Parasmu bagaikan matahari yang bersinar
Elokmu membuatku tercengang
Senyum manismu mendebarkan jiwaku
Engkaulah wanita yang kuidamkan
Yang selama ini kupendam rasaku

Tidaaak!!!!!
Wanita sepertimu pasti banyak yang mengagumi
Kecantikanmu membuat hati pria meleleh
Namun aku akan segera bergegas
Dari tempatku , untuk mengejarmu

Yaaa...
Sulit kukatakan untuk menyatakannya
Hatiku sudah membara untuk mendekatimu
Yaa memang sulit...
Bagaikan rusa mengejar air
Walaupun banyak singa didepannya

Kau terlihat seperti memberiku harapan
Namun, apa boleh daya
Kau malah mengabaikanku
Seperti debu yang terhempas begitu saja
Seperti bak uap sekejap terlintas

Karena ada pria yang lebih baik dariku
Engkau sepertinya mengabaikanku
Pria itu bagaikan pangeran yang jatuh dari langit
Yang membuatmu langsung terpanah

Inilah yang dinamakan harapan palsu
Yang seketika memberi harapan
Namun, seketika juga engkau mengabaikanku
Apakah aku kurang dimatamu?
Hanya satu yang ingin kukatakan
Terima kasih sudah memberiku harapan....



Karya : EBEN HAEZER SIANTURI
Read More

Sabtu, 27 Desember 2014

Tulisan 3 : Manusia dan Tanggung Jawab

                             Tanggung Jawab Seorang Anak


   Di pagi hari yang cerah ada seorang anak laki-laki yang bernama Bryan terbangun dari tempat tidurnya dan ingin segera berangkat kuliah namun di tengah kemalasannya ia tertidur lagi. Padahal dia masuk pukul 08.30 untuk pergi ke kuliah sedangkan pukul 08.00 ia masih tertidur.
  Melihat anaknya masih tertidur pulas ibunya pun langsung membangunkannya , meski harus berupaya keras membangunkannya.

"Bangun nak, sebentar lagi kamu masuk kuliah", panggil ibu

"Iya bu , sebentar lagi nih", sahut Bryan

Ditengah keasyikan dalam tidur Bryan , tiba-tiba datang sang Ayah dengan membawa air seember dan mengguyur seluruh badan Bryan. Dan Bryan pun terkejut.

"Dasar kamu anak pemalas, lakukan segala sesuatu dengan tanggung jawab. Kalo kuliah, kuliah lah yang benar dan tanggung jawab." , sahut Ayah dengan nada yang marah.

Segera pun Bryan lekas ke kamar mandi dan merasa jengkel terhadap ayahnya.

Sesampainya di tempat kuliah , ia pun masih merasa ngantuk dan kembali tertidur di mejanya. Bryan seperti nya kehilangan semangat hidupnya seperti tidak ada arah dan tujuan. Disebelahnya ada sahabat Bryan yang sudah bersahabat sejak kelas 2 SMA. Temannya ini bernama Alex. Namun berbeda dengan Bryan , Alex ini sangat rajin dalam hal apapun bahkan nilainya pun selalu bagus di setiap mata kuliah.

"Hey Bryan bangun lu , dosen udah mau masuk" , sambil menggoyangkan badan Bryan.

"Ah bawel lu berisik . Ga tau orang ngantuk apa" , sahut Bryan.

"Masih pagi woy , nge-game mulu sih lu malem-malem jadi lupa tidur kan lu. , jawab Alex.

Dosen pun datang dan memberikan materi mata kuliah Bahasa Indonesia dan membahas beberapa soal. Dosen itu melihat Bryan tertidur pulas namun dosen itu tidak mau memperdulikannya.

Karena merasa bosan , Bryan pun keluar dari ruang kelas setelah pelajaran Bahasa Indonesia . Dia beralih untuk bermain PS sendirian di rental. Bryan pun main sampe malem sampai pukul 09.30 . Dia pulang dengan jalan kaki dan dalam kondisi mengantuk.
Namun, tiba-tiba ia melihat seorang pemulung usianya masih remaja. Seorang pemulung itu memulung sampai malam. Dan disitu pun hati Bryan menghampiri pemulung tersebut.

"Dik , kenapa kamu mulung sampai malam?" , tanya Bryan

"Aku mulung buat cari uang pengobatan ibu ku karena ayahku sudah tiada dan ini tanggung jawab ku membiayai pengobatan ibuku" , jawab anak itu.

Dan mulai disitu pun hati Bryan mulai terombang ambing karena melihat perlakuan anak itu dan memulai mengingat perkataan ayahnya bahwa : lakukan segala sesuatu dengan tanggung jawab.
Dan bryan pun segera pulang dan ingin berlutut dan berdoa dihadapan Tuhan , Bryan pun berdoa sambil meneteskan air mata.

"Ooohhhhh Tuhan maafkan aku , aku sangat lalai sekali dengan tanggung jawabku , aku lupa dengan segala tanggung jawabku , semua perlakuanku selama ini sangatlah bodoh. Ampuni aku ya , Tuhan . Aku sangat malu sekali dengan anak itu . Anak sekecil itu sudah tau tanggung jawabnya, tapi aku melupakan bahkan tidak mau peduli dengan segala tanggung jawabku. Bimbing aku ya Tuhan supaya aku bisa melakukan tanggung jawabku sesuai dengan kehendak-Mu. " , Doa Bryan sambil meneteskan air mata.

Melihat hal itu sang ibu pun menghampiri anaknya

"Nak , emang begitulah hidup ini . Harus penuh dengan tanggung jawab dan resikonya berat untuk ditanggung" , saran ibu.

"Tapi bu aku sepertinya tidak kuat dengan ini semua , terlalu berat bagiku." , jawab Bryan

"Tetap tenang nak dan fokus saja ibu akan mendukung kamu dan selalu berada disisimu", sahut Ibu
"Tanggung jawab kamu adalah belajar yang benar ketika di kuliah kamu . Setelah itu kamu juga harus menghormati orang tua mu karena itulah "The Basic of Life" . Karena orang tuamu lah wakil Tuhan dalam hal segala sesuatu" , tambah ibu.

"Iya bu mulai sekarang aku akan fokus terhadap tanggung jawabku , tapi bu aku masih boleh bermain game kan?" , tanya Bryan

"Nak , bermain game sebenarnya boleh saja tapi ingat kamu sudah besar kamu,  harus sudah bisa menentukan mana yang "sia-sia" dan mana yang "berguna" . " , jawab ibu.

Mulai keesokan harinya Bryan pun menjalani harinya penuh dengan semangat dan sepertinya ia sudah menemukan tujuan hidupnya dan melakukannya dengan segala penuh tanggung jawab.

"Nak , akhir-akhir ini Ayah melihat ada yang berbeda dari kamu", tanya sang ayah.

"Iya yah , aku sekarang sudah mulai merasakan indahnya hidup ini dan aku sudah mulai menemukan semangat hidup yang baru", jawab Bryan dengan penuh sukacita.

"Wah Bryan ayah sangat kagum sama kamu , sini nak ayah ingin memeluk kamu", sambil peluk Bryan

"Ayah terima kasih selama ini ayah mengajarkan aku untuk tanggung jawab dan ayah lah yang menjadi contoh dalam hidupku dan ayah tidak pernah bosan untuk mengingatkanku", kagum si Bryan.

Karya : Eben Haezer Sianturi


Dari uraian cerita diatas banyak pesan yang dapat kita ambil adalah :
1. Seorang anak harus menegerti apa itu tanggung jawab , dan mengerti tanggung jawab seorang anak.
2. Orang tua harus terus menerus membimbing anaknya , karena itulah tanggung jawab orang tua terhadap anak
3. Tanggung jawab tidak hanya di dunia saja , namun tanggung jawab kepada Tuhan . Bahwa apa yang ia lakukan selama hidup ini penuh resiko yang harus ditanggung
Read More

Tugas 3 : Manusia dan Keadilan

                                                           Manusia dan Keadilan


A.  Pengertian keadilan

     
Keadilan menurut Aristoteles adalah kelayakan dalam tindakan manusia. Kelayakan diartikan sebagai titik tengah antara kedua ujung ekstrem yang terlalu banyak dan terlalu sedikit.
     Keadilan menurut plato  diproyeksikan pada diri manusia sehingga yang dikatakan adil adalah orang yang mengendalikan diri dan perasaannya dikendalikan oleh akal.
     Keadilan  menurut Socrates, keadilan akan tercipta bilamana warga Negara sudah merasakan bahwa pemerintah sudah melakukan tugasnya dengan baik. Mengapa diproyeksikan kepada pemerintah ? sebab pemerintah adalah pimpinan pokok yang menentukan dinamika masyarakat.

B. Keadilan sosial

     Dalam sila kelima pancasila berbunyi : keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia. Prinsip itu dijelaskan sebagai prinsip "Tidak ada kemiskinan di dlama Indonesia merdeka" .Selanjutnya untuk mewujudkan keadilan sosial itu, diperinci perbuatan dan sikap yang perlu dipupuk, yakni :
1)      Perbuatan luhur yang mencerminkan sikap dan suasana kekeluargaan dan kegotongroyongan.2)      Sikap adil terhadap sesama, menjaga keseimbangan antara hak dan kewajiban serta menghormati           hak-hak oranng lain.3)      Sikap suka memberi pertolongan kepada orang yang memerlukan4)      Sikap suka bekerja keras

5)      Sikap menghargai hasil karya orang lain yang bermanfaat untuk mencapai kemajuan dan kesejahteraan bersama.

C. Berbagai macam keadilan

1.  Keadilan legal atau keadilan moral
      Keadilan timbul karena penyatuan dan penyesuaian untuk memberi tempat yang selaras kepada bagian-bagian yang membentuk suatu masyarakat. Keadilan terwujud dalam masyarakat bilamana setiap anggota masyarakat melakukan fungsinya secara baik mennurut kemampuannya. Fungsi penguasa ialah membagi-bagikan fungsi-fungsi dalam negara kepada masing-masing orang sesuai dengan keserasian itu.Ketidakadilan terjadi apabila ada campur tangan terhadap pihak lain yang melaksanakan tugas-tugas yang selaras sebab hal itu akan menciptakan pertentangan dan ketidakserasian.

2.  Keadilan distributif
     Aristoteles berpendapat bahwa keadilan akan terlaksana bilamana hal-hal yang sama diperlakukan secara sama dan hal-hal yang tidak sama diperlakukan tidak sama (justice is done when equels are treated equally).

3.  Keadilan komulatif
  Keadilan ini bertujuan untuk memelihara ketertiban masyarakat dan kesejahteraan umum.Bagi Aristoteles pengertian keadilan ini merupakan asas pertalian dan ketertiban dalam masyarakat. Semua tindakan yang bercorak ujung ekstrem menjadikan ketidakadilan dan akan merusak atau bahkan menghancurkan pertalian dalam masyarakat

D. Kejujuran

Kejujuran atau jujur artinya apa-apa yang dikatakan seseorang sesuai dengan hati nuraninya, apa yang dikatakan sesuai dengan kenyataan yang ada. Sedang kenyataan yang ada itu adalah kenyataan yang benar-benar ada. Sikap jujur perlu dipelajari oleh setiap orang, sebab kejujuran mewujudkan keadilan, sedangkan keadilan menuntuk kemuliaan abadi, jujur memberikan keberanian dan ketentraman hati, serta menyucikan lagipula membuat luhurnya budi pekerti. Teguhlah pada kebenaran , sekalipun kejujuran dapat merugikanmu, serta jangan pula berdusta, walaupun dustamu dapat menguntungkanmu.

E.  Kecurangan
      Kecurangan atau curang identik dengan ketidakjujuran atau tidak jujur, dan sama pula dengan licik, meskipun tidak serupa benar. Curang atau kecurangan artinya apa yang diinginkan tidak sesuai dengan hari nuraninya atau, orang itu memang dari hatinya sudah berniat curang dengan maksud memperoleh keuntungan tanpa bertenaga dan berusaha. Kecurangan menyebabkan orang menjadi serakah, tamak, ingin menimbun kekayaan yang berlebihan dengan tujuan agar dianggap sebagai orang yang paling hebat, paling kaya, dan senang bila masyarakat disekelilingnya hidup menderita. Bermacam-macam sebab orang melakukan kecurangan. Ditinjau dari hubungan manusia dengan alam sekitarnya, ada 4 aspek yaitu aspek ekonomi, aspek kebudayaan, aspek peradaban dan aspek teknik. Apabila keempat asepk tersebut dilaksanakan secara wajar, maka segalanya akan berjalan sesuai dengan norma-norma moral atau norma hukum. Akan tetapi, apabila manusia dalam hatinya telah digerogoti jiwa tamak, iri, dengki, maka manusia akan melakukan perbuatan yang melanggar norma tersebut dan jadilah kecurangan.

F. Pemulihan nama baik 
   Nama baik merupakan tujuan utama orang hidup. Nama baik adalah nama yang tidak tercela. Setiap orang menajaga dengan hati-hati agar  namanya baik. Lebih-lebih jika ia menjadi teladan bagi orang/tetangga disekitarnya adalah suatu kebanggaan batin yang tak ternilai harganya. Penjagaan nama baik erat hubungannya dengan tingkah laku atau perbuatan. Atau boleh dikatakan bama baik atau tidak baik ini adalah tingkah laku atau perbuatannya. Yang dimaksud dengan tingkah laku dan perbuatan itu, antara lain cara berbahasa, cara bergaul, sopan santun, disiplin pribadi, cara menghadapi orang, perbuatn-perbuatan yang dihalalkan agama dan sebagainya. Pada hakekatnya pemulihan nama baik adalah kesadaran manusia akan segala kesalahannya; bahwa apa yang diperbuatnya tidak sesuai dengan ukuran moral atau tidak sesuai dengan ahlak yang baik. Untuk memulihkan nama baik manusia harus tobat atau minta maaf. Tobat dan minta maaf tidak hanya dibibir, melainkan harus bertingkah laku yang sopan, ramah, berbuat darma dengan memberikan kebajikan dan pertolongan kepaa sesama hidup yang perlu ditolong dengan penuh kasih sayang , tanpa pamrin, takwa terhadap Tuhan dan mempunyai sikap rela, tawakal, jujur, adil dan budi luhur selalu dipupuk.

G.  Pembalasan
      Pembalasan ialah suatu reaksi atas perbuatan orang lain. Reaksi itu dapat berupa perbuatan yang serupa, perbuatan yang seimbang, tingkah laku yang serupa, tingkah laku yang seimbang. Pembalasan disebabkan oleh adanya pergaulan. Pergaulan yang bersahabat mendapat balasan yang bersahabat. Sebaliknya pergaulan yagn penuh kecurigaan menimbulkan balasan yang tidak bersahabat pula. Pada dasarnya, manusia adalah mahluk moral dan mahluk sosial. Dalam bergaul manusia harus mematuhi norma-norma untuk mewujudkan moral itu. Bila manusia berbuat amoral, lingkunganlah yang menyebabkannya. Perbuatan amoral pada hakekatnya adalah perbuatan yang melanggar atau memperkosa hak dan kewajiban manusia. Oleh karena itu manusia tidak menghendaki hak dan kewajibannya dilanggar atau diperkosa, maka manusia berusaha mempertahankan hak dan kewajibannya itu. Mempertahankan hak dan kewajiban itu adalah pembalasan.

Sumber : Nugroho, W. 1996. Ilmu Budaya Dasar. Jakarta : Universitas Gunadarma
Read More

My Blog List

Laman gunadarma

Pages

Total Pageviews

Diberdayakan oleh Blogger.

Popular Posts